Rabu, 01 Juni 2022

aku layung ,
aku sedang duduk di bawah terik matahari beralaskan pasir , bersama teman yang bernamakan catatan awan
ya aku suka menulis aku suka membaca kecuali buku yang memeberatkan haha
aku jatuh cinta pada laut, pada sang jingga yang merekah indah,
tapi sebelum ini semua , sebelum aku jatuh cinta pada semesta dan hamparan laut nya
aku pernah jatuh cinta pada dia yang sekarang entah.



AWAN

dia awan laki laki yang aku puja sama kasta nya dengan dewa, aku layung pencinta awan dari kejauhan , awan senyum nya manis , tinggi tapi kurang gemuk, pintar dalam hal menghitung bodoh dalam jenis prensentasi jenis apapun, dia pendiam tapi tak benar benar diam,
pernah suatau sore saat semua riuh karna obrolan gila dia berkata "hai boleh titip handphone?" waw dalam hati aku memekik girang  pipiku rasanya kepanasan , ah padahal hanya kalimat biasa
"hah iya boleh mana" ku ulurkan tangan ku dan ku simpan handpone nya, entah apa alasanya menitipkan barang nya pada ku tapi masa bodo dah, dia berlalu memasuki ruangan sekretariat, ah mungkin karna akan masuk ruangan karna itu dia titipakn handphone nya pada ku , sungguh berlebihan sekali,
aku hanya diam sembari ku bulak balikan buku yang tak fokus ku baca " dia lama " aku mengeluh sedikit bersamaan dengan helaan nafas panjang tiba tiba dia sudah ada di hadapan ku, menjulurkan tangan nya dengan amat santai pertanda meminta barang yang telat titipkan , replek langsung saja aku berikan "nih" , thanks yah layung sorry lama di dalem ribet banget maklum anak kurang pintar hehe , dia tertawa renyah ah tuhan  dia juga tau nama ku , setelah bebrapa lama berbasa basi dia pamit dan aku pun pulang .

hai pungung yang sudah sejak lama ku hapal
gerak gerik yang sudah lama juga aku perhatikan
kian lama kian mengoda saja dirimu
rasa memendam ku semakin mengila
aku ini suka atau sudah mulai cinta?
beri tahu aku awan bagiamana caranya 
hati mu yang dingin itu bisa ku dekap dengan hangat 

ah selsai  , setelah sore tadi aku berbincang dengan nya tiba tiba saja jemari ku ingin menulis lagi dan lagi untuk awan. 
aku tak pernah tahu seperti apa awan sebernarnya , seperti apa hidup yang dia jalani, aku tak pernah benar benar tahu dimana tempat dia tinggal, tapi karna ketidaktahuan ku yang amat banyak ini , aku menyukainya entah sejak kapan tepat nya mungkin saat pertemuan di siang yang terik
saat dia diam dengan mata sendu duduk di atas atap kampus dari kejauhan ku lihat punggung nya, loyo rasa rasanya ada beban tapi aku tidak tahu apaitu, aku ingin sekali menghampiri berbicara bahwa aku siap jadi pendengar yang baik untuk nya , sayang kami belum cukup dekat saat itu.

Rabu, 04 Oktober 2017

MATAHARI DISEKALA SENJA: kita indah dalam cara yang rumitsaking mengerti n...

MATAHARI DISEKALA SENJA: kita indah dalam cara yang rumit saking mengerti n...: kita indah dalam cara yang rumit saking mengerti namun harus terbungkam .. kamu adalah selamt tinggal yang tertunda aku tahu akhir cerit...
kita indah dalam cara yang rumit
saking mengerti namun harus terbungkam
..
kamu adalah selamt tinggal yang tertunda
aku tahu akhir cerita ini , hanya tak mau tahu
..
kita berpeganggan dalam cara yang mustahil
saling mengigat namun harus melupakan
..
kadang bukan rasanya yang harus berhenti,
hanya saja kisahnya memang harus terhenti
..
kita bahagia dalam cara yang menyakitkan
saling mengiginkan namun harus merelakan.
Padamu aku pernah 
menaruh harap ,padamu aku pernah
menaruh doa ,padamu aku pernah
berangan tinggi
..
Untuk mu aku pertaruhkan waktuku
untukmu ku jatuhkan hatiku hingga
menyeluruh 
Untuk mu jarak yang jauh pun aku tempuh
..
Sampai suatu malam harapanku runtuh
doaku menjauh , semua angan jatuh
Hingga hati ku yang sudah luruh olehmu
seketika runtuh.
..
Tiba-tiba aku di hujani kecewa , tersambar luka yang sudah merajalela,
aku diam.
seketika malam ku terasa membeku
..
Hati ku ngilu merasakan pilu 

Selasa, 03 Oktober 2017

Malam..
Semakin liar dan pekat
rindu bertubi-tubi menghampiri
..
Luka menunjukan wujudnya
bulir-bulir mata air mulai tergenang
dan kenangan mulai berdatangan
..
Suara seketika serak menahan sesak
hati meluruh hancur 
kecewa tampak jelas ,lagi lagi
penyesalan besorak ria
..
Dan malam berlalu sangat panjang
untuk sekedar mengenang kisah yang
malang. 

..
sore ini terasa sangat dingin
kopi di meja sudah tak nikamat di sesap
diluar angin sedang bertarung  dengan hujan
menentukan siapa pemenang di sore yang kelam
dan ia masih saja diam memandang langit begitu
dalam meski tau senja tak akan datang 
..
 jangan tanya kenapa, ia sedang di rundu luka
matanya memang selalu sembab karna di landa
rindu yang hebat,
tak perlu tau karna siapa , sudah pasti dia bangsat
 ..
lukamu seberapa parah hingga lupa arah
berhentilah
berhenti tenggelam dalam senja yang kelam
masih ada  fajar esok hari bukan ?
..
esokkan pagi datang mentari menerjang 
dan ia tetap diam.
jadi begini prihal yang lalu meski tak benar-benar berlalu
jika semesta berkenan mempertemukan mu dengan ku
bagaiman kita jadinya nanti?
akankah rindu menyeruat kepermukaan  atau hanya diam memandang kenestapaan 
 ..
jauh dari dasar hati mu , pernah kah terpikir untuk bertemu dengan ku?
atau tersebit secerca rindu,ditambah sedikit harap,
apakah setengah diriku masih ada disetegah dirimu? 
..
pernahkah kau ingin bertanya pada ku seperti "Apa kabar"
atau pernah kah kau berpuisi untuk ku?
berharap bertemu denganku ,?
atau pernahkah kau habiskan semalaman suntuk untuk memikirkan aku ?
rasanya tidak, iya bukan ?
..
sebenarnya aku enggan bicara pada malam mungkin ia bosan 
karna bintang jarang bersinar malam malam ini
apa karna aku selalu menyanyikan nama mu tiap malam?
kenapa banyak sekali pertanyaan untukmu  sampai sampai semesta pun ingin selalu aku tanyain kenapa kau pergi.

Selasa, 26 September 2017

jika tak ingin tinggal tak apa, meski aku memaksa "mari tinggal lebih lama" jika kau bosen aku bisa apa? meronta pun tak jadi jawara dalam percinta
jika aku terluka (lagi) kenapa ? bukan kah luka bagian dari mencinta ?
jika aku tetap cinta untuk apa? bermain dengan luka tak semyenangkan berlari di pantai
jika kau sudah tak cinta ? aku bagaimana "tentu saja merana karna terlalu cinta"
untuk apa bertahan ? jika salah satu menghilang
tak perlu menjarak sebagai tanda isyrat , tak usah berkelit dalam berbincang, 
janga memaksa jika kau sudah mulai terpaksa,
aku sudah akhi menahan luka meski terbata-bata dalam kata, 
aku cinta tapi jika semua hal tetntang ku membuat mu terluka maaf aku tak sengaja,
 

DINI HARI



teruntuk engkau putra yang di miliki semesta mari tinggal umtuk waktu yang lama
mari bercerita tentang semesta yang mulai bewarna, mari bergandengan melewati jingga di pantai utara, barat, selatan , asalkan bersama- sama, mari tertawa selepas kau bisa aku akan setia merona
mari menangis bersama jika kau berduka tapi tak perlu lama jika kau tak ingin melihat ku merana , mari bercerita tentang apapun yang kau rasa  .

dan..

jikakalau boleh izinkan rasa mu menentap lebih lama
jikakalau boleh izinkan rindu merayap dengan leluasa
aku pernah merasa hancur sejadi- jadinya
terluka sesakit- sakitnya, 
maka boleh aku berharap diam -diam tanpa seizin mu?
berharap kau akan setia
bolehkan aku mencintaimu tanpa harus terucap berulang -ulang? 
karna jika kau tau rasa ku lebih besar dari padamu
jika  berkenan mau kah engkau  untuk tetap saling menatap ? 
karna tanpa kau sadar aku merona tiap kali kau tatap
jika tak keberatkan maukah engkau tetap menngeratkan jemari seni mu itu
pada jemari kecil milikku ini
jika berkenan bisa kah kau tetap saling menjaga meski jarak membentang,? 

Minggu, 10 September 2017

MATAHARI DISEKALA SENJA: 01;58 AM

MATAHARI DISEKALA SENJA: 01;58 AM: lama tak ku gerakan jemariku untuk menulis tentang mu. lagi malam ini sudah larut pukul 01;29 dini hari , bulan september entah untuk apa ...

01;58 AM

lama tak ku gerakan jemariku untuk menulis tentang mu.
lagi
malam ini sudah larut pukul 01;29 dini hari , bulan september entah untuk apa aku memulai nyalagi setelah sekian lama diam.
kamu tau saat aku tulis ini dia tepat ada dihadapanku , pulas tertidur
kamu tau fa kalau sejak saat itu semua bukan prihal kamu lagi , tapi prihal dia, dia dan aku
kamu tau kalau semua hal yang berkaitan dengan fanta menghilang sekerjap rasa,
aneh bukan?
dan akhirnya semesta tau betapa melelahkannya menunggu kamu ,
sampai akhirnya larut malam berbaik hati melapaskan semua asa yang teruntuk kamu itu.
menyembuhkan  luka yang tertimbul karna kamu itu, rasanya lega saat semua sesak yang mengendap tiba-tiba terangkat,
kini semua berpindah, pindah pada hati yang baru menetap , pindah pada tempat yang saling ingin tetap , tidak dengan kamu , tidak dengan kenanganmu
mari berpisah selama mungkin, mari pergi sejauh kita ingin , mari untuk tidak bertemu dalam waktu apapun,
aku dengan segala hal tanpa kamu dan kamu dengan segala hal tanpa aku.

Sabtu, 06 Mei 2017

Peri malang

untuk seseorang yang hanya bisa ku dekap dengan doa jikala rindu 
hanya bisa menangis jikala ingin bertemu
 
tuan raja... aku rindu sejadi jadinya malam ini entah kenpa , mungkin karna peri belum mengunjungi raja ke istana maafkan peri yah raja :) kota ini terlalu banyak menyita waktu dan mulai membahayakan sepertinya, tapi sesibuk apapun aku di dunia ini doa ku selalu menyertaimu ,
raja tau ? aku mulai kelelahan disini rasanya sedih jauh darimu aku mulai perlu perlindungan, dari manusia yang tidak tau bagaimana caranya memanusiakan manusia.
raja...ada didunia ini sendiri tanpa perlindungan mu sangat menyulitkan untuk ku , rasanya sedih rasanya luka ini tak pernah ingin kering ,rasanya terlalu mengecewakan , 
meski ibu ratu ada di pijakan yang sama denganku tapi tempat kita berjauhan  dan kau pasti tau hubungan ku dengan ratu tidaklah baik, ibu ratu mulai jauh dariku, apa hidup setidak mengasikan ini raja , aku takut sendiri tapi aku malah di tinggal pergi oleh mu , oleh ratu aku kecewa.
raja kenapa pergi? kenapa tidak berpikir bertahan untuk aku ? kenapa tidak melihat aku beranjak remaja lalu menjadi dewasa lalu menikah , apa raja tidak mau di sampingku saat aku di persunting seorang pangeran?
raja malam ini peri tidak akan bermimpi karna dunia yang ku pijak  terlalu tidak beraturan , jadi datanglah esok pagi dikala aku mulai terlelap aku sangat rindu dan sedih saat ini , aku sangat amat merasa sendiri


dan sampai aku terlelapun kau tak pernah berkunjung pak sekalipun aku memohon dalam doa,
pa..kepergian mu bukan sesuatu yang mudah untuk aku terima.

Diskusi Pada Diri

dan sampai pada saat dimana aku mulai meluruh
pada sesuatu yang aku bentengi 
pada hal yang aku hindari 
kau menyeretku masuk dalam duniamu atau aku yang ceroboh tak hati hati sampai terseret begitu saja hanya karna percakapan konyol yang menyenagkan
aku mulai takut bagaimana jika sesuatu yang tak ingin ku undang , datang dengan sendirinya
bagaimana jika hati yang sudah ku bekukan mulai luruh 
bagaimana jika aku jatuh pada cinta yang akan mengundang luka
bagaimana jika rasa menyukai ku berubah jadi rasa mencintaimu

aku bukan  manusia yang mencinta dengan cuma cuma 
aku bisa jadi penikmat apapun yang kau cinta
aku bisa jadi pecinta apapun yang kau cipta

tapi apa jadinya jika asa hanya sebatas dusta
dan  harap hanya angan belaka

BOSAN MENGHAMPIRI

entah kenpa rasanya akhir-akhir ini terlalu banyak yang memusingkan akal sehat
rasanya semua mulai sulit untuk dicerna bahkan senja yang biasanya terrasa menyenagkan pun berubah jadi sesuatu yang membosankan
aku ini kenapa ? 
semesta ini yang memebosankan atau aku yang tidak bisa menikmati isinya



-R.at

Sabtu, 01 April 2017

TUAN

selamat datang di dunia yang tak begitu banyak warna ini
abu abu jadi warna dominan disini menandakan ke bimbangan pemilikinya
kau boleh bertamu setiap saat, kapan pun kau mau
dengan syarat bawa lah beberapa warna cerah untukku
bawalah seuntai senyum, sejuta bahagia
berbagilah dengan gadis malang dihadapan  mu ini tuan
hadirlah saat waktu mendekati senja
aku rela berbincang dengan mu tuan
sembari menikmati jingga sore
sampai jingga di gantikan oleh gemerlap bintang ,
bawalah sepucuk cinta untuk ku tuan ,
maka akan ku rawat cintamu hingga merekah


AKU BERTARUH

Aku.
aku bertaruh
tetantang hati yang kian melemah
tentang doa yang kian kaku ku ucap
tentang nikmat yang kian luput ku syukuri
tentang mimpi yang kian jauh saja tuk ku raih
entah semua begitu jauh ku gapai begitu sulit ku gengam
entah apa yang ada di benak ku kini
rasanya bersyukur sangat sulit ku ucapkan
ikhlas jadi hal terberat yang aku lakukan
mengeluh adalah prihal yang sering ku ulas
rasa benci begitu cepat menghampiri
apa karna aku telah jauh pergi meninggalkan mu
apa karna bibirku tak lagi mengucap asma mu
kian hari kian saja gusar hati ku.


Selasa, 07 Maret 2017



HAI LUKA....

sepertinya kau masih engan pergi ,
sepertinya kau masih ingin menghabisi aku tanpa sisa,
sepertinya kau masih tak ingin aku bangkit meski kau sudah berhasil meruntuhkanku,
sepertinya kau sudah mengendap dihati ku membuatku semakin sesak,
luka kira-kira kapan kau beranjak ?
aku perlu ruang untuk sembuh,
perlu waktu untuk tidak meratap,
perlu berbenah untuk menyambut.


RINDU

Kau tau jarak masih saja menjadikan rindu pemeran utama dan
pertemuan akan selalu jadi pengharapan dalam doa.


HUJAN

akhir-akhir ini senja tak lagi berwarna jingga,
warnanya seolah memudar digantikan dengan gemercik pada semesta.


Selasa, 28 Februari 2017

PADA....

//pagi ini  secangir teh hijau berasakan rindu dipelupuk pilu
pagi ini  hampar udara sejuk pegunungan besertakan sesak diasa
pagi ini  langit berbalutkan duka, Hujan jatuh bermandikan luka.

// Ini adalah pulau  yang menjarakkan kita sudah cukup lama, kau terlalu jauh untuk aku pandang, terlalu sukar untuk aku gengam waktu kian saja menhimpit menjadikan rindu semakin berderu deru ingin bertemu pemiliknya. Pemiliknya masih saja sama, masih saja tertuju untukmu yang kini berada bersebrang pulau denganku.


//Malam ini dengan segelas kopi dingin beserta berlirik lirik lagu penghantar malam beradu dengan suara ketikan  jemari ku yang mulai mengitik bait bait kata untuk mu, bait  yang tak pernah usai untuk ku sampaikan.


//Padamu kubiarkan mataku sembab bermalam - malam,
padamu kubiarkan kaki ku kelelahan  asalkan bisa berjalan denganmu.
padamu kubiarkan pagiku terlambat untuk berbincang sampai larut.
padamu kubiarkan hatiku kosong agar kau yang mengisinya.


//Aku mencintai mu seperti alfabet A sampai dengan Z  akan selesai jika sudah sampai akhir.

Kamis, 16 Februari 2017

untuk fanta...

[fiksi]

oktober 2014.........

datang apa apa yang tak aku duga , entah bermula dari mana percakapan ini ,tidak tau pasti bagaimana tiba tiba  semua berjalan begitu saja, 
tidak butuh waktu lama untuk memutuskan bahwa aku jatuh cinta, ah entahlah kenapa bisa begitu cepat.
hari ,minggu,bulan kita lewati sama-sama,biasanya kita akan melewati waktu sore sampai malam bersama dan itu berlangsung setiap hari dan sudah berbulan bulan seperti ini , makan bersama , menertawakan apapun bersama , dan yang terpenting tak pernah  sekalipun dia membiarkan aku pualng sendiri , kalau pun itu terjadi dia akan merasa bersalah sebenarnya sih aku biasa saja cukup dia ada dan tak menjelajah pada pelukan lain aku tenang.

dan persaan itu mulai menimbulkan rasa takut , takut kehilangan takut ditinggalkan, takut kalau kelak dia pergi, waktu itu adalah waktu yang tidak ingin aku bagi dengan siapapun , waktu itu dia begitu meneduhkan , tak pernah sedikipun aku berpikir kalau dia akan pergi , pergi sangat jauh dari genganmanku , aku memang tidak pernah benar benar tau kapan kita memulai semuanya  , aku tidak pernah benar benar ingat bahwa kita pernah saling menyatakan untuk ini.

aku hanya tau kalau sejak itu aku benar benar takut kalau kita saling kehilangan , aku hanya mengigngat bahwa kita saling menjaga , saling menghargai, berusaha untuk tidak saling menyakiti , aku hanya ingin tau bahwa kita saling ingin bertemu bukan saling menjauh tapi seberapa keraspun aku menghindari sekuat apapun aku ingin bertahan nyatanya aku benar benar kehilanganmu, kau benar benar pergi , pergi yang aku takutkan.

runtuh 
yah rasanya hati ku runtuh seakan jarum memang sengaja ditusukan tepat dibagian hati, sedih ? sangat sedih tidak tau sudah berapa helai tisu aku susutkan , sesak, tentu saja sesak semua berakhir cepat , dia pergi karna aku terlalu takut untuk kehilangannya. aku terlalu erat mengengamnya maka saat dia pergi aku tak cukup kuat untuk mengikhlaskan nya.

dan sejak saat itu seolah semua menjadi asing , seakan kita tidak pernah saling memiliki , seolah kita tidak pernah menghabiskan waktu bersama, kita hanya saling menghindar untuk tidak saling bertatap pada mata yang dulu saling meneduhkan. sampai pada akhirnya kita benar benar benar saling menghilang 

TAHUN 2017

Fa aku ga pernah tau persaan ini sampai kapan untuk kamu, dua tahun kebalakang adalah tahun yang memberatkan buat aku.padahal sejak kejadian itu kita ga pernah komunikasi sekalipun yaa harusnya itu adalah waktu untuk membenahi semuanya  tapi faktanya ngga begitu rasanya tetap sama.
ini  sudah sekitar 3 tahun mungkin tahun ini jadi tahun terakhir perasaan aku ke kamu ,entah seperti apa jadinya nanti semoga semua cepat pulih ya fa ini udah sangat lama untuk aku , meski ngga untuk kamu,
aku pernah sangat mencintai kamu bahkan untuk waktu yang sangat lama , dan hari ini aku kelelahan atas  perasaan yang sudah aku ciptkan sendiri. Aku pergi dan aku berhenti. 



Rabu, 15 Februari 2017

bahwa kita hanyalah titik.

Aku adalah apa apa semesta yang kecil. di semesta yang  luas ini aku bagaikan titik.
entah merasa kecil karna terkucil atau karna betapa megahnya pijikan bumi iini (....)

  kian hari kian bertambah saja beban bumi ini , bertambah kepala kepala baru berego keras ,berpikir pendek dan semua seperti berrebut , berebut udara ,berebut hormat, berebut kekuasaan. ,tanpa kita sadar bahwa semesta takbertambah, meluas atau meninggi. 
Semesta tidak menggikuti keinginana kita, tidak mengikuti ego.

Semesta tetaplah semesta , Ia masih saja memberi kita kehidupan , menyediakan segala hal yang kita butuhkan,
ia membirkan kita bertingkah,bahkan saat kita merusak apa apa yang tak seharusnya.

 Sampai pada saat dimana semesta mulai geram pada kita pengguhuni semestara yang tinggal ditempatnya tanpa membersi sumabangsi nyata , yang tidak mengindahkan hamparan nikmati pemiliknya.

Dan pada suatu waktu semesta menugur kita memengigatkan kembali bahwa kita hanyalah titik.



Selasa, 07 Februari 2017

RADAR....

sampai pada akhirnya semua tak berujung....

sampai pada akhirnya mimpi yang dulu bergebu gebu , semangat dan keyakinan yang kuat bahwa mimpi akan jadi kenytaan apapun bentuk mimpi itu sebarapapun dunia memandang itu aneh ,
kau akan tetap yakin pada mimpi mimpi mu,

dan tepat dimana usia beranjak dewasa waktu yang berjalan menjadikan hari jadi minggu , minggu berganti bulan sampai tahun yang berganti ganti seiring dengan kesibukan memenuhi kebutuhan realita pekerjaan yang menjauhkan mu dari mimipi atau bahkan kau terlalu sibuk berkerja sampai kau lupa dengan mimpi yang dulu terus saja kau sebut, jadi mimpi itu akan hilang karna realita hidup karna mimipi kita aneh /? atau karna memang kita akan lupa dengan sendirinya karna putus asa?