//pagi ini secangir teh hijau berasakan rindu dipelupuk pilu
pagi ini hampar udara sejuk pegunungan besertakan sesak diasa
pagi ini langit berbalutkan duka, Hujan jatuh bermandikan luka.
// Ini adalah pulau yang menjarakkan kita sudah cukup lama, kau terlalu jauh untuk aku pandang, terlalu sukar untuk aku gengam waktu kian saja menhimpit menjadikan rindu semakin berderu deru ingin bertemu pemiliknya. Pemiliknya masih saja sama, masih saja tertuju untukmu yang kini berada bersebrang pulau denganku.
//Malam ini dengan segelas kopi dingin beserta berlirik lirik lagu penghantar malam beradu dengan suara ketikan jemari ku yang mulai mengitik bait bait kata untuk mu, bait yang tak pernah usai untuk ku sampaikan.
//Padamu kubiarkan mataku sembab bermalam - malam,
padamu kubiarkan kaki ku kelelahan asalkan bisa berjalan denganmu.
padamu kubiarkan pagiku terlambat untuk berbincang sampai larut.
padamu kubiarkan hatiku kosong agar kau yang mengisinya.
//Aku mencintai mu seperti alfabet A sampai dengan Z akan selesai jika sudah sampai akhir.
Selasa, 28 Februari 2017
Kamis, 16 Februari 2017
untuk fanta...
[fiksi]
oktober 2014.........
oktober 2014.........
datang apa apa yang tak aku duga , entah bermula dari mana percakapan ini ,tidak tau pasti bagaimana tiba tiba semua berjalan begitu saja,
tidak butuh waktu lama untuk memutuskan bahwa aku jatuh cinta, ah entahlah kenapa bisa begitu cepat.
hari ,minggu,bulan kita lewati sama-sama,biasanya kita akan melewati waktu sore sampai malam bersama dan itu berlangsung setiap hari dan sudah berbulan bulan seperti ini , makan bersama , menertawakan apapun bersama , dan yang terpenting tak pernah sekalipun dia membiarkan aku pualng sendiri , kalau pun itu terjadi dia akan merasa bersalah sebenarnya sih aku biasa saja cukup dia ada dan tak menjelajah pada pelukan lain aku tenang.
dan persaan itu mulai menimbulkan rasa takut , takut kehilangan takut ditinggalkan, takut kalau kelak dia pergi, waktu itu adalah waktu yang tidak ingin aku bagi dengan siapapun , waktu itu dia begitu meneduhkan , tak pernah sedikipun aku berpikir kalau dia akan pergi , pergi sangat jauh dari genganmanku , aku memang tidak pernah benar benar tau kapan kita memulai semuanya , aku tidak pernah benar benar ingat bahwa kita pernah saling menyatakan untuk ini.
aku hanya tau kalau sejak itu aku benar benar takut kalau kita saling kehilangan , aku hanya mengigngat bahwa kita saling menjaga , saling menghargai, berusaha untuk tidak saling menyakiti , aku hanya ingin tau bahwa kita saling ingin bertemu bukan saling menjauh tapi seberapa keraspun aku menghindari sekuat apapun aku ingin bertahan nyatanya aku benar benar kehilanganmu, kau benar benar pergi , pergi yang aku takutkan.
runtuh
yah rasanya hati ku runtuh seakan jarum memang sengaja ditusukan tepat dibagian hati, sedih ? sangat sedih tidak tau sudah berapa helai tisu aku susutkan , sesak, tentu saja sesak semua berakhir cepat , dia pergi karna aku terlalu takut untuk kehilangannya. aku terlalu erat mengengamnya maka saat dia pergi aku tak cukup kuat untuk mengikhlaskan nya.
dan sejak saat itu seolah semua menjadi asing , seakan kita tidak pernah saling memiliki , seolah kita tidak pernah menghabiskan waktu bersama, kita hanya saling menghindar untuk tidak saling bertatap pada mata yang dulu saling meneduhkan. sampai pada akhirnya kita benar benar benar saling menghilang
TAHUN 2017
Fa aku ga pernah tau persaan ini sampai kapan untuk kamu, dua tahun kebalakang adalah tahun yang memberatkan buat aku.padahal sejak kejadian itu kita ga pernah komunikasi sekalipun yaa harusnya itu adalah waktu untuk membenahi semuanya tapi faktanya ngga begitu rasanya tetap sama.
ini sudah sekitar 3 tahun mungkin tahun ini jadi tahun terakhir perasaan aku ke kamu ,entah seperti apa jadinya nanti semoga semua cepat pulih ya fa ini udah sangat lama untuk aku , meski ngga untuk kamu,
aku pernah sangat mencintai kamu bahkan untuk waktu yang sangat lama , dan hari ini aku kelelahan atas perasaan yang sudah aku ciptkan sendiri. Aku pergi dan aku berhenti.
Rabu, 15 Februari 2017
bahwa kita hanyalah titik.
Aku adalah apa apa semesta yang kecil. di semesta yang luas ini aku bagaikan titik.
entah merasa kecil karna terkucil atau karna betapa megahnya pijikan bumi iini (....)
kian hari kian bertambah saja beban bumi ini , bertambah kepala kepala baru berego keras ,berpikir pendek dan semua seperti berrebut , berebut udara ,berebut hormat, berebut kekuasaan. ,tanpa kita sadar bahwa semesta takbertambah, meluas atau meninggi.
Semesta tidak menggikuti keinginana kita, tidak mengikuti ego.
Semesta tetaplah semesta , Ia masih saja memberi kita kehidupan , menyediakan segala hal yang kita butuhkan,
ia membirkan kita bertingkah,bahkan saat kita merusak apa apa yang tak seharusnya.
Sampai pada saat dimana semesta mulai geram pada kita pengguhuni semestara yang tinggal ditempatnya tanpa membersi sumabangsi nyata , yang tidak mengindahkan hamparan nikmati pemiliknya.
Dan pada suatu waktu semesta menugur kita memengigatkan kembali bahwa kita hanyalah titik.
entah merasa kecil karna terkucil atau karna betapa megahnya pijikan bumi iini (....)
kian hari kian bertambah saja beban bumi ini , bertambah kepala kepala baru berego keras ,berpikir pendek dan semua seperti berrebut , berebut udara ,berebut hormat, berebut kekuasaan. ,tanpa kita sadar bahwa semesta takbertambah, meluas atau meninggi.
Semesta tidak menggikuti keinginana kita, tidak mengikuti ego.
Semesta tetaplah semesta , Ia masih saja memberi kita kehidupan , menyediakan segala hal yang kita butuhkan,
ia membirkan kita bertingkah,bahkan saat kita merusak apa apa yang tak seharusnya.
Sampai pada saat dimana semesta mulai geram pada kita pengguhuni semestara yang tinggal ditempatnya tanpa membersi sumabangsi nyata , yang tidak mengindahkan hamparan nikmati pemiliknya.
Dan pada suatu waktu semesta menugur kita memengigatkan kembali bahwa kita hanyalah titik.
Selasa, 07 Februari 2017
RADAR....
sampai pada akhirnya semua tak berujung....
sampai pada akhirnya mimpi yang dulu bergebu gebu , semangat dan keyakinan yang kuat bahwa mimpi akan jadi kenytaan apapun bentuk mimpi itu sebarapapun dunia memandang itu aneh ,
kau akan tetap yakin pada mimpi mimpi mu,
dan tepat dimana usia beranjak dewasa waktu yang berjalan menjadikan hari jadi minggu , minggu berganti bulan sampai tahun yang berganti ganti seiring dengan kesibukan memenuhi kebutuhan realita pekerjaan yang menjauhkan mu dari mimipi atau bahkan kau terlalu sibuk berkerja sampai kau lupa dengan mimpi yang dulu terus saja kau sebut, jadi mimpi itu akan hilang karna realita hidup karna mimipi kita aneh /? atau karna memang kita akan lupa dengan sendirinya karna putus asa?
sampai pada akhirnya mimpi yang dulu bergebu gebu , semangat dan keyakinan yang kuat bahwa mimpi akan jadi kenytaan apapun bentuk mimpi itu sebarapapun dunia memandang itu aneh ,
kau akan tetap yakin pada mimpi mimpi mu,
dan tepat dimana usia beranjak dewasa waktu yang berjalan menjadikan hari jadi minggu , minggu berganti bulan sampai tahun yang berganti ganti seiring dengan kesibukan memenuhi kebutuhan realita pekerjaan yang menjauhkan mu dari mimipi atau bahkan kau terlalu sibuk berkerja sampai kau lupa dengan mimpi yang dulu terus saja kau sebut, jadi mimpi itu akan hilang karna realita hidup karna mimipi kita aneh /? atau karna memang kita akan lupa dengan sendirinya karna putus asa?
Langganan:
Postingan (Atom)